Lebih Baik Diam atau pilih...

Jumat, 24 Agustus 2018

LEBIH BAIK DIAM atau PILIH...Karena

Rasulullah bersabda, “Tahukan kalian apa itu ghibah?”, mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahi-nya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya.” (HR. Muslim)

Tahukah kalian, ghibah itu lebih hina dari perzinaan atau pelacuran. Imam Ghazali dan  Imam Baihaqi meriwayatkan sebuah hadis bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Janganlah sekali-kali kamu melakukan pergunjingan, karena pergunjingan itu lebih berat dari perzinaan. Karena, jika seseorang yang berzina kemudian bertobat maka Allah mengampuninya. Sedangkan penggunjing tidak akan diampuni Allah, sebelum orang yang digunjingkan itu memaafkannya.”

Mari kita belajar untuk tidak ngomongin orang walau dalam hati sekalipun semoga kita bisa menjaga lidah dan hati kita agar tetap suci baik di mata manusia maupun di mata Allah swt.amin

Hakekat Mengisi Kemerdekaan

HAKEKAT MENGISI KEMERDEKAAN

Hakikat adalah “isi”, artinya kalau kita ibaratkan dengan buah, bukan bagian kulit dan bukan bagian biji, tetapi isi yang sangat nikmat untuk dirasakan. Sudahkah rakyat Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan? Ini perlu dipertanyakan kepada seluruh rakyat Indonesia, jika perlu disurvei oleh Tim Survei untuk bicara jujur. Jika sudah merasakan nikmat, apakah nikmat sebatas lahir atau fisik semata, atau menikmati Ruh Kehidupan Bangsa yang merdeka, nikmat yang sebenar-benarnya?  Kalau hanya menikmati keberhasilan infrastruktur suatu bangsa, sedangkan Ruh Kehidupan Bangsa belum bangkit, maka kemerdekaan itu hanyalah kemerdekaan lahir dan belum sempurna.

Mengisi (yang berkata dasar “isi”) kemerdekaan haruslah dengan sesuatu yang ber-“isi” pula. “Isi” adalah sesuatu yang berada di dalam. Jadi, mengisi kemerdekaan haruslah dapat memahami dan memaknai kemerdekaan secara hakiki, secara mendalam, tidak setengah-setengah.

Pengisi kemerdekaan haruslah memiliki kemerdekaan secara hakikat. Kalau tidak, maka tidak akan mampu dan tidak akan dapat mengisi kemerdekaan dengan sebenar-benarnya. Hanya seolah-olah berbuat sesuatu mengisi kemerdekaan, namun sesungguhnya hanya dalam kesemuan belaka.

Pengisi kemerdekaan haruslah mampu memerdekakan akalnya, memerdekakan hati nuraninya, memerdekakan tindakannya, dan memerdekakan Ruhaninya dari ikatan, belenggu, penindasan, dan kekuasaan hawa nafsu rendah. 

Kemerdekaan dari komponen penting di dalam diri manusia tersebut akan mendorong suatu peleburan menjadi satu kesatuan utuh, mengandung kekuatan Tuhan yang sangat dahsyat. Seluruh alam semesta dan seisinya akan tunduk kepada manusia Ihsan. Inilah sesungguhnya Hakikat Kemerdekaan. Dengan demikian, di dalam mengisi kemerdekaan selalu dalam tuntunanNya dan keridhaanNya, dan pasti sejalan dengan visi dan misi para pejuang yang berjiwa Tauhid. Kekuatan Tuhan akan terus mengalir di dalam diri-diri yang bangkit jati dirinya dan akhirnya akan membangkitkan jati diri Bangsa.

Pencapaian Hakikat Kemerdekaan tidak bisa lepas dari makna setiap kata di dalam “Naskah Proklamasi” yang dikaji secara hakikat pula. Pengambil-alihan kekuasaan di dalam diri dan Bangsa harus dikembalikan kepada yang berhak dengan sigap, cepat dan sekilatan, tidak boleh ditunda.

Penundaan akan semakin melemahkan pertahanan diri dan Bangsa. Penjajah, baik secara lahir maupun batin, baik syariat maupun hakikat, akan terus berupaya untuk menguasai dan memperbudak diri-diri yang ingin merdeka.

Jati diri yang bangkit harus dapat memimpin dirinya terlebih dahulu, kemudian bersatu-padu, bersinergi dan bahu-membahu untuk mengisi kemerdekaan.

Kekusutan negeri ini serabutnya sangat kusut, harus digerai dan diurai dengan menggali makna hakikat yang sedalam-dalamnya. Upaya untuk meluruskannya pun berserat-serat dan harus terus diupayakan untuk diurai. Manusia-manusia yang tidak peduli dengan jati diri dan tidak mengenal dirinya adalah manusia yang belum merdeka alias “merdeka” tersebut hanyalah semu belaka.

Hakikat Kemerdekaan itu “Nikmat”. Ruh Bangsa hidup dan berjati diri, tanpa ada belenggu dan tekanan apapun dan dari siapa pun, baik kemerdekaan diri maupun kemerdekaan secara Bangsa.

Marilah kita merenung, merenung dan merenung dan mengakuinya secara jujur, dimanakah posisi kita. Suatu kejujuran akan mendatangkan Hidayah Cahaya Tuhan. Cahaya Hidayah yang akan memberikan solusi hakiki untuk bangsa ini.

Belajar Wudu lahir dan batin

Mari kita belajar wudu secara lahir dan batin karena segala sesuatu pasti ada hakekatnya

Jika kita benar benar berwudu baik lahir maupun batin insaallah penyakit hati tidak akan menempel di hati dan pikiran kira apalagi kita mensucikannya sehari 5 kali

Hakikat rukun wudhu':
1.niat hakikatnya adalah mensucikan hati hanya karena Allah.
2.berkumur2,hakikatnya mensucikan perkataan kita. Agar senantiasa kita menjaga lidah kita dari kata kata yang kotor dan menggunakan lidah kita sesuai fungsinya untuk bertasbih memuja kebesaran allah swt
3.membasuh hidung,maksudnya mensucikan diri dari bau busuk akan dunia. Supaya kita bisa menghirup baunya surga .
4.membasuh muka,hakikatnya mensucikan wajah,supaya tidak seperti orng2 yg celaka.
Agar wajah kita bercahaya
5.membasuh tangan adalah mensucikan tangan supaya tidak berbuat kerusakan. Di muka bumi
6.membasuh kepala adalah mensucikan fikiran agar hanya allah sajalah tempat kita kembali
7.membasuh telinga adalah mensucikan pendengaran dari hal2 kotor agar kita bisa selalu positif thinking. Jika kita mendengar perkataan jelek kita mampu merubah pendengaran kita secara positif sehingga kita tidak terbakar karena mendengar perkataan jelek.
8.membasuh kaki,adalah mensucikan perjalanan hidup kita.langkahkan kaki kita untuk berbuat yang baik baik saja dan beribadah kepada allah saja
9.tertib (berturut2),hidup agar teratur.

Jika kita benar melakukan wudu baik secara lahiriyah maupun batiniah maka pasti akan membekas dalam kehidupan sehari hari bayangkan kita belajar mensucikan kotoran batin sehari lima kali mustahil kotoran batin masih menempel di hati kita . Jika wudu kita benar secara lahir dan batin.

Mari kita belajar intropeksi diri apakah wudu kita sudah benar

Apakah hasil wudu kita membekas dalam kehidupan sehari hari atau

Kita masih angkuh menahan segala kotoran2 hati yg menempel apakah wuduku sudah benar.

Hanya andalah yang tahu akan perubahan pada diri anda akibat berwudu yg benar.

Salam

Anak kecil yang Takut Tersentuh Api Neraka

ANAK KECIL YANG TAKUT TERSENTUH API NERAKA

     Suatu hari ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai. Dia melihat seorang anak kecil sedang mengambil wudhu sambil menangis.

     Melihat anak kecil tadi menangis, orang tua itu pun berkata, “Wahai anak kecil, kenapa kamu menangis?”

   Anak kecil itu menjawab, “Wahai kakek, saya telah membaca ayat al-Qur’an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, ‘Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum’ (Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu).

   Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.’”

   Orang tua itu berkata, “Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

   Anak kecil itu berkata lagi, “Wahai kakek, kakek adalah orang yang berakal. Tidakkah kakek melihat ketika orang menyalakan api, maka pertama kali yang akan mereka letakkan adalah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu, kemudian baru yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum orang dewasa dibakar.”

   Orang tua itu kembali berkata. Kali ini dengan menangis, “Sungguh anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang dewasa, maka bagaimana keadaan kami nanti?”

   Itulah sepenggal kisah yang sangat menyentuh hati.

   Kisah yang memberikan suatu motivasi dan inspirasi kepada setiap orang untuk meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah SWT.

    Juga menyadarkan setiap kita yang sering terhipnotis oleh gemerlapnya perhiasan dunia sehingga lalai akan kebersamaan Allah SWT dalam setiap aktifitas.

    Semoga Allaah Senantiasa merahmati kita semua dengan kasih sayangnya ,,  Aaamiin ..  Irhamnaa Yaa Allaah

Hidup Dalam Rangkean Tasbih

⚽🎾🏉HIDUP DALAM RANGKAIAN TASBIH 🎾🏉🏀

Berawal dan berakhir di titik yang sama,

Bukan Tasbih jika hanya satu butir,

Bukan Hidup, jika hanya satu rasa,

Kehidupan akan serasa sempurna,

Jika rangkaian butir-butir itu kita lewati

🍡🍡🍡SEPERTI TASBIH YANG MELINGKAR🥨🥨🥨

Seperti itu pula lingkaran hidup

Tiada jiwa tanpa rasa lelap

Tiada raga tanpa berdiri tegap

Tiada ruh tanpa selalu di tatap

🦋🦋🦋DI ANTARA TASBIH MELINGKAR🕸🕸🕸

Ada suka yang terpejam

Ada duka yang tertanam

Ada cinta yang terendam

Ada rindu yang terpendam

🐫🐫🐫HIDUPLAH DALAM RANGKAIAN TASBIH⚡⚡⚡

Di dalamnya tersimpan ketenangan

Di antaranya tersedia kenyamanan

Di himpitannya terpaut kenikmatan

Di lingkarannya tertanam keabadian

👳‍♀👳‍♂🧕DI DALAM BUTIRAN TASBIH🦋🦋🦋

Ketika kita selalu memuji-Nya

Ketika kita takut akan kehendak-Nya

Ketika kita tunduk dalam mentaati-Nya

Ketika kita malu bertatap muka dengan-Nya

🎋🎋🎋HANYA DENGAN BUTIRAN TASBIH🌱🌱🌱

Panutan setiap hitungan amal ibadah

Tauladan setiap jejak berjalannya langkah

Pedoman setiap kita merentangkan sajadah

Penuntun setiap kita mengemban amanah

☘☘☘BEGITULAH TASBIH MELINGKAR☘☘☘

Bersama kita berbagi rasa

Bersama kita berbagi cinta

Dari Allah awal kita datang,

Dari Allah akhir kita kembali

Islam Itu Santun Dan Menjadi Rahmat Buat Semesta Alam

ISLAM ITU SANTUN
DAN MENJADI RAHMAT BUAT SEMESTA ALAM

Apakah Tuhan mengajarkn kalian Utk Saling membenci perbedaan Ber'Agama, Perbedaan pendapat Sehingga Kalian saling Bermusuhan'.....?.

"Kita tak perlu merasa paling benar dalam Ber'Agama, kita hanya mencari hikmah dari setiap perbedaan dalam Ber'Agama, yg utama Mengharap ridho dn rahmad dari  TUHAN YG MAHA ESA...

Perbedaan itu untuk saling mengenal di antara kita contoh buah mangga bentuk dan rasanya seperti itu. Buah rambutan bentuk dan rasanya seperti itu. Perbedaan untuk saling mengenal dan melengkapi

Begitu juga terhadap mahluk"Terimalah semua Makhluk, Karna Sesungguhnya Bgtulah Allah swt.

Allah Tuhan Pemilik Semua AGAMA, Semua mahluk Segala Puji Bgi Allah, Tuhan Semesta Alam.'

" Agama Hanya Untuk Orang Yg Ber'akal, dan Orang yg Tdaak ber'akal, Maka Beginilah Jadinya".....

Dunia adalah Penjara Bagi Ruh

Dunia adalah penjara bagi ruh

Manusia tercipta dari 2 unsur yaitu unsur jasad dan unsur roh di ibaratkan roh adalah burung dan jasad adalah sangkarnya atau penjaranya

Dunia adalah penjara  bagi orang beriman. Apa maksudnya?

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no 2392).

Buat para pejalan ruhani jika sangkar atau penjara itu lebih kuat maka burung terpaksa terkurung di dalam sangkar tidak bisa ke mana mana sempit dan menyiksa.

Sebaliknya jika ruh atau burung lebih kuat maka akan bebas dari sangkar yg mengurungnya

Jasad di ibaratkan sangkar burung sebagai penjaranya ruh. jasad adalah udara api air tanah. Atau di sebut juga sumber hawa nafsu yaitu jasad kita

Dan burung ibarat ruhnya

Jika hawa nafsu kita lebih besar maka ruh akan di kurung terus tidak bisa kemana mana di dalam sangkar yg sempit

Tapi jika ruh atau burungnya lebih kuat maka akan bisa menundukan hawa nafsunya

Bukan lagi jasad menguasai ruh akan tetapi ruh menguasai jasad

Ruh akan bebas dari belenggu hawa nafsu dunia atau jasad.ruh akan bebas terbang ke alam cahaya merasakan pencerahan ruhani dari sang maha cahaya (nurin ala nurin )